Hari senin tanggal 15
April 2013, diruang 305 gedung Daksinapati. Sedang berlangsung presentasi
kelompok 4 mengenai pengaruh merek dan konsep nilai. Presentasi kelompok 4
dilakukan oleh lutvi yanti, Armandio, Ihah Farihah, dan juga Dita Rosmaya
adapun paparan kelompok diawali dengan pengertian merek.
Pengertian
merek, adalah nama produk yang akan kita jual, merek mereupakan elemen penting
dalam mengungkapkan kualitas nilai produk. Ada beberapa cara agar merek manjadi
kuat dimasyarakat , yaitu : positioning merek , sponsor merek, perluasan nama
merek, pemilihan nama merek.
Bagian
– bagian dalam merek , merek terdiri dari huruf, angka, tanda merek ( symbol
)ketinganya harus memiliki arti. Lalu ada jenis merek dagang : merek nasional
yaitu merek yang diproduksi oleh Negara, dan merek swasta. Merek sangat penting
karna untukmendiffersiasikan produk yang dijual dengan produk saingan, merek
juga akan menyakinkan pelanggan terhadap kualitas produk, untuk promosi,
mengendalikan pasara, dan menambah prestige, dan mempengaruhi keuangan perusahaan.
Beberapa
barang tidak memiliki merek karena produsen tidak mampu mempromosikan mereka,
dan sulit untuk membedakan produk yang kita buat.
Karakteristik
merek yang baik , mengingatkan sesuatu karakteristik prodk, mudah dieja,
dibaca, dan ingat, dapat diadaptasi oleh produk2 baru, dapat didaftarkan dan
dilindungi hak paten.
Nilai
adalah konsep sentral dalam pemasaran artinya nilai yang diberikan kepada
pelanggan merupakan focus dari produsen. Nilai dapat menciptakan peringkat
suatu produk.
Mengukur
nilai seumur hidup pelanggan, jadi
apakah nilai yang ditanamkan produsen bersifat sementara. memaksimalkan nilai
kepada pelanggan, menghantarkka nilai pelanggan yang tinggi, mengamati perilau
pelanggan .
Ekuitas
merek adalah nilai tambah yang diberikan produsen kepada pelanggan, ekuitas
meek memilki 3 bahan kunci : Ekuitas merek timbul akibat perbedaan respon
konsumen, perbedaan respon adalah pengetahuan konsumen akan merek yang berbeda.
Status hukum merek : Pasal 10, 44, 36, 72 , 73, 74, dan 84. Gejela konsumerisme
dalam pendidikan : timbul karena ingin mendapatkan kualitas yang terbaik.
Kelas
diakhiri dengan pemaparan bapak amril mengenai alasan pemberian merek dagang,
yaitu sebagai berikut , Merek mewakili filosofi produk, jenis usaha, produk,
status, lokasi, nama orang. Merek dapat diambil dari salah satu komponen di
atas, ataupun menggabungkan komponen2 tersebut.
Dalam membuat merek harus memikirkan value yang ingin dicapai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar