Ameilia Susanti

The Report :

4.21.2013

Pengaruh Merek dan Konsep nilai




Hari senin tanggal 15 April 2013, diruang 305 gedung Daksinapati. Sedang berlangsung presentasi kelompok 4 mengenai pengaruh merek dan konsep nilai. Presentasi kelompok 4 dilakukan oleh lutvi yanti, Armandio, Ihah Farihah, dan juga Dita Rosmaya adapun paparan kelompok diawali dengan pengertian merek.
Pengertian merek, adalah nama produk yang akan kita jual, merek mereupakan elemen penting dalam mengungkapkan kualitas nilai produk. Ada beberapa cara agar merek manjadi kuat dimasyarakat , yaitu : positioning merek , sponsor merek, perluasan nama merek, pemilihan nama merek. 
Bagian – bagian dalam merek , merek terdiri dari huruf, angka, tanda merek ( symbol )ketinganya harus memiliki arti. Lalu ada jenis merek dagang : merek nasional yaitu merek yang diproduksi oleh Negara, dan merek swasta. Merek sangat penting karna untukmendiffersiasikan produk yang dijual dengan produk saingan, merek juga akan menyakinkan pelanggan terhadap kualitas produk, untuk promosi, mengendalikan pasara, dan menambah prestige, dan  mempengaruhi keuangan perusahaan.
Beberapa barang tidak memiliki merek karena produsen tidak mampu mempromosikan mereka, dan sulit untuk membedakan produk yang kita buat.
Karakteristik merek yang baik , mengingatkan sesuatu karakteristik prodk, mudah dieja, dibaca, dan ingat, dapat diadaptasi oleh produk2 baru, dapat didaftarkan dan dilindungi hak paten.
Nilai adalah konsep sentral dalam pemasaran artinya nilai yang diberikan kepada pelanggan merupakan focus dari produsen. Nilai dapat menciptakan peringkat suatu produk.
Mengukur nilai seumur hidup pelanggan,  jadi apakah nilai yang ditanamkan produsen bersifat sementara. memaksimalkan nilai kepada pelanggan, menghantarkka nilai pelanggan yang tinggi, mengamati perilau pelanggan .
Ekuitas merek adalah nilai tambah yang diberikan produsen kepada pelanggan, ekuitas meek memilki 3 bahan kunci : Ekuitas merek timbul akibat perbedaan respon konsumen, perbedaan respon adalah pengetahuan konsumen akan merek yang berbeda. Status hukum merek : Pasal 10, 44, 36, 72 , 73, 74, dan 84. Gejela konsumerisme dalam pendidikan : timbul karena ingin mendapatkan kualitas yang terbaik.
Kelas diakhiri dengan pemaparan bapak amril mengenai alasan pemberian merek dagang, yaitu sebagai berikut , Merek mewakili filosofi produk, jenis usaha, produk, status, lokasi, nama orang. Merek dapat diambil dari salah satu komponen di atas, ataupun menggabungkan komponen2 tersebut.  Dalam membuat merek harus memikirkan value yang ingin dicapai.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar