Pertemuan ke 5 kuliah manajemen pemasaran, di buka
dengan presentasi kelompok pertama dengan pembahasan Positioning. Setelah
minggu sebelumnya kita menbahas tentang segmentasi dan targeting maka langkah
berikutnya yang harus ditempuh untuk mencipatakan suatu produk adalah dengann
menentukan positioning.
Awal
pembahasan dikemukakan berbagai pendapat dari para ahli mengenai apa itu
positioning, salah satunya adalah menurut kotler (1997 ), yaitu positioning
is act of designing the company’s offer
so that occupies distinc and value placed the target costumer mind.
Positioning adalah tindakan perusahaan untuk merancang produk agar dapat
tercipta tertentu di ingatan konsumen.
Positioning
dipengaruhi oleh bauran pemasaran dan pesaing. Karena itu penting sekali untuk
memilih bauran pasar dengan teliti agar dapat menghasilkan eksistensi dan
provit yang maksimal dalam positioning.
Adapun tujuan
positioning dari positioning adalah sebagai berikut , (1) Menempatkan produk di
pasar sehingga produk tersebut terpisah dengan merek – merek lain, (2)Untuk
memposisikan produk agardapat diterima oleh pelanggan, (3) Untuk mencapai hasil
yang diharapkan. Secara umum dapat dikatakan bahwa positioning bertujuan untuk
memebrikan pencitraan suatu produk atau brand agar dapat diterima oleh
masyarakat.
Ada 2 jenis bentuk Brand Positioning, yaitu Positioning
single brand dan Positioning multiple brand. Keduanya memiliki prosedur
positioning, dan menurut Hiam dan Schewe (1994) prosedur positioning sebagai
berikut: (1) Menentukan produk pasar yang relevan, (2) Pendataan kebutuhan
pelanggan,(3) Mengidentifikasi pesaing , (4) Menentukan standar evaluasi, (5) Membuat
konseptual map, (6) Mengidentifikasi kesenjangan posisi, (7) Merencanakan dan
melaksanakan strategi positioning, (8) Memantau posisi.
Seperti
halnya aktivitas manajemen lainnya, kegiatan positioning dalam manajemen
pemasaran, memilki beberapa pendekatann dalam pelaksanaannya, Craven
mengemukakan pendapatnya mengenai pendekatan positioning : (1) Functional
concept, (2) Symbolic consep, (3) Experimental concept, (4) Helath concept, (5)
Price quality concept, (6) User concept, (7) Attribute positioning concept, (8)
Application positioning, (9) Benefit positioning, (10) Competitor positioning.
Setelah
melaksanakan segala aktivitas positioning seperti yang dijelaskan diatas, maka
pada tahap berikutnya kita hanya perlu memantau pendangan masyarakat tentang
image brand atau produk kita, apabila kita telah melampui tujuan penjualan,
maka untuk mempertahankan minat kostumer kita perlu mengadakan Repositioning.
Repositioning adalah kegiatan memperbaharui positioning dengan alas an
memperbaiki ataupun menyempurnakan image brand agar dapat mempertahankan
presepsi masyarakat terhadap produk tersebut.