Ameilia Susanti

The Report :

3.22.2013

Positioning - chapter 4



Pertemuan  ke 5 kuliah manajemen pemasaran, di buka dengan presentasi kelompok pertama dengan pembahasan Positioning. Setelah minggu sebelumnya kita menbahas tentang segmentasi dan targeting maka langkah berikutnya yang harus ditempuh untuk mencipatakan suatu produk adalah dengann menentukan positioning. 

Awal pembahasan dikemukakan berbagai pendapat dari para ahli mengenai apa itu positioning, salah satunya adalah menurut kotler (1997 ), yaitu  positioning is act of designing the company’s  offer so that occupies distinc and value placed the target costumer mind. Positioning adalah tindakan perusahaan untuk merancang produk agar dapat tercipta tertentu di ingatan konsumen. 

Positioning dipengaruhi oleh bauran pemasaran dan pesaing. Karena itu penting sekali untuk memilih bauran pasar dengan teliti agar dapat menghasilkan eksistensi dan provit yang maksimal dalam positioning.

Adapun tujuan positioning dari positioning adalah sebagai berikut , (1) Menempatkan produk di pasar sehingga produk tersebut terpisah dengan merek – merek lain, (2)Untuk memposisikan produk agardapat diterima oleh pelanggan, (3) Untuk mencapai hasil yang diharapkan. Secara umum dapat dikatakan bahwa positioning bertujuan untuk memebrikan pencitraan suatu produk atau brand agar dapat diterima oleh masyarakat.

 Ada 2  jenis bentuk Brand Positioning, yaitu Positioning single brand dan Positioning multiple brand. Keduanya memiliki prosedur positioning, dan menurut Hiam dan Schewe (1994) prosedur positioning sebagai berikut: (1) Menentukan produk pasar yang relevan, (2) Pendataan kebutuhan pelanggan,(3)  Mengidentifikasi pesaing  , (4) Menentukan standar evaluasi, (5) Membuat konseptual map, (6) Mengidentifikasi kesenjangan posisi, (7) Merencanakan dan melaksanakan strategi positioning, (8) Memantau posisi.

Seperti halnya aktivitas manajemen lainnya, kegiatan positioning dalam manajemen pemasaran, memilki beberapa pendekatann dalam pelaksanaannya, Craven mengemukakan pendapatnya mengenai pendekatan positioning : (1) Functional concept, (2) Symbolic consep, (3) Experimental concept, (4) Helath concept, (5) Price quality concept, (6) User concept, (7) Attribute positioning concept, (8) Application positioning, (9) Benefit positioning, (10) Competitor positioning.

Setelah melaksanakan segala aktivitas positioning seperti yang dijelaskan diatas, maka pada tahap berikutnya kita hanya perlu memantau pendangan masyarakat tentang image brand atau produk kita, apabila kita telah melampui tujuan penjualan, maka untuk mempertahankan minat kostumer kita perlu mengadakan Repositioning. Repositioning adalah kegiatan memperbaharui positioning dengan alas an memperbaiki ataupun menyempurnakan image brand agar dapat mempertahankan presepsi masyarakat terhadap produk tersebut.



 

3.10.2013

segmentasi atau pengelompokkan

 senin, tanggal 4 maret 2013 diruang 307, dalam mata kuliah manajemen pemasaran deng dosen bapak amril muhammad. setelah minggu lalu membahas tentang analisis lingkungan maka minggu ini kita akan mereport tentang segmentasi pasar.
Segmentasi atau pengelompokkan merukapan aktivitas manajemen yaitu berupa membagi kelompok-kelompok mana yang menjadi sasaran. segmentasi sangat diperlukan untuk menentukkan target konsumen. segmentasi dapat dikelompokkan berdasarkan 3 aspek, yaitu kebutuhan, karakteristik dan perilaku konsumen.
kebutuhan adalah apa yan perlu dipenuhi seseorang untuk tetap eksis menjalani hidup. kebutuhan terbagi menjadi 3 jenis yaitu pertama kebutuhan rutin, sebagai contoh adalah makan dan minum. kebutuhan rutin ini perlu dipenuhi untuk menjamin keberlangsungan hidup manusia. kedua, kebutuhan periodik yaitu kebutuhann yang diperlukan seseorang pada suatu waktu tertentu. misalnya adalah diskon di swalayan yang diberikan oleh pengelola untuk menutupi kekurangan keuntungan yang akan diterimanya.ketiga , kebutuhan insidental misalnya adalah wisuda.
karakteristik yaitu memberikan ciri - ciri khusus untuk mengelompokan pasar berdasarkan gender dan usia. sebagai contoh untuk karakteristik gender adalah dengan dibukanya sekolah wanita lengkap dengan asramanya agar orang tua tidak khawatir. dan untuk usia, sebagai contoh yaitu dengan dibukanya sekolah berjenjang dari TK, SD, SMP, SMA, PT.
perilaku konsumen berhubungan dengan life style konsumen. untuk itu kita perlu mendiferensiasi pasar untuk memudahkan kita untuk memilikih segmentasi pasar, yang mempengaruhi SDM, sarana, dan aktivitas.
ada 3 strategi diferensiasi pasar : tanpa pembedaan, melakukan pembedaan, terfokus
segmenati dilakukan sejak awal perencanaan dengan melakukan analisis kebutuhan. untuk mengetahui kebutuhan kosumen maka sebelumnya kita perlu melakukan riset. pada dasarnya segmentasi pasar dipengaruhi beberapa faktor :Sumber Daya Manusia, Daya beli, Pesaing untuk memunculkan kualitas keunggulan dengan pembanding, keterjangkauan akses, besar pasar, perbedaan
keenam faktor  inilah yang perlu kita cari tahu dalam riset marketing. beberapa alasan mengapa kita
perlu melakukan segmentasi yaitu : segmentasi demografis contoh : gender, usia, ukuran, keluarga. segmentasi sosia ekonomis contoh : pendidikan, pendataan, kelas sosial, etnis. segmentasi psikolografis contoh: perilaku dan gaya hidup. segmentasi geografis contoh : kepadatan penduduk, iklim dan lingkup dasar. segmentas benefit, dan segmentasi penggunaan ( heavy user, medium user, occasional user, dan non user.
setelah melakukan segmentasi kita melakukan targeting yang perlu kita lakukan yaitu memutuskan pasar mana yang akan kita pelajari, seleksi pasar sasaran, memilih strategi diferensiasi pasar.
targeting dapat dilakukan dengan pendekatan SWOT . landasan targeting yaitu : sumber daya perusahaan, variabilitas produk, tahapan produk dalam daur hidup, variabilitas pasar, dan strategi pasar.

3.01.2013

Analisis Lingkungan Pemasaran (Chapter 2)



          pertemuan ketiga perkuliahan manajemen pemasaran pada tanggal 25 februari 2013, dengan dosen pengampu bapak Amril Muhammad. pertemuan kali ini membahasa tentang Anlisis Lingkungan pemasaran. sperti yang kita ketahui lingkungan adalah tempat dimana kita berinterkasi atau berhubungan dengan orang lain. begitu pula dalam manajemen pemasaran. lingkungan pemasaran adalah lingkungan dimana pelakunya baik dari internal ataupun eksternal lingkungan memiliki kekuatan yang akan mempengaruhi kemampuan manajemen pemasaran untuk mengembangakan dan mengupayakan kesuksesan bertransaksi dengan target konsumen yang dikenhendaki. dengan kata lain adalah segala sesuatu yang mempengaruhi kebijakan manajemen perusahaan.
          lingkungan pemasaran terbagi menjadi dua jenis yaitu microenvirontmen dan macroenvitontmen. microenvirontmen adalah kekuatan yamng berasal dari sekitar perusahaan yang dapat mempengaruhi pelayanan kepada target konsumen. pelaku - pelaku dalam microenvirontmen adalah sebagai berikut :
1. perusahaan itu sendiri
2. supplyer
3. francise ( market channer firm)
4. konsumen
5. kompetitor
6. masyarakat.
          peran perusahaan dalam microenvirontmen adalah mengendalikan kebijakan - kebijakan dalam pelaksaaan produksi. lalu francise atau market channel firm berperan untuk mengembangkan produk, memilih channel yang baik sangat diperlukan agar target konsumen percaya akan kualitas pelayanan. konsumen market yaitu orang yang menggunkan produk. kompetitor berperan sebagai pembanding akan kualitas yang kita miliki. masyarakat berperan sebagai promosi tidak langsung yang akan mempengaruhi perusahaan dalam memperkenalkan produknya.
          yang kedua yaitu macroenvirontmen yaitu masyarakat yang lebih luas. pelaku dalam macroenvirontmen adalah sebagai berikut :
1. demographic
2. economic
3. natural
4. teknologi
5. politik
6. budaya
          demograpik atau jumlah penduduk mempengaruhi jumlah penjualan, semakain banyak penduduk dalam suatu wilayah pemasran kita maka akan semakin banyak keuntungan yang akan kita peroleh . lalu economic atu kemampuan ekonomi masyarakat, hal ini masih berhubungan dengan demograpic, walupun wilayah itu padat penduduk tetapi barang yang jita pasarkan tidak sesuai dengan daya beli masyarakat, maka pemasran seperti itu akan percuma . natural atau alam,  sebagai contoh masyarakat pesisir lebih maju kehidupannya daripada masyarakat pegunungan hal ini disebabkan karena akses perekonomian yang mudah bagi masyarakat pesisir tetapi tidak bagi masyarakat pegunungan. teknologi , dengan memakai teknologi yang canggih maka akan ada kebanggaan tersendiri dari perusahaan dan juga konsumen. politik , kebijakan monopoli - monopoli perdagangan.
          marketing manajemen job adalah keaktifan dalam melancarkan strategi - strategi pemasaran dan juga membangun hubungan dengan konsumen. kita membuat sesuatu yang dianggap berharga dan dihargai oleh konsumen.
          seorang marketing manajemer tidak dapat mengerjakan aktivitas manajemen seorang diri maka ia perlu membanun hubungan dengan semua orang agar saling terkait dikenal dengan istilah interdepedents. ada beberapa faktor yang mempengaruhi  micro dan macroenvirontmen,  yaitu :
1. top manajer ( memberi Visi dan misi )
2. finance ( keuangan )
3. riset and development ( uji coba mencari apa yang dibutuhkan masyarakat )
4. purchasing ( pembelian )
5. manufacturing
6. accounting ( pencatatan dan pengklasifikasian hal - hal yang perlu diperhitungkan )